Pameran lukisan kontemporer bertajuk Artvertising di Galeri Nasional, 24-30 Oktober lalu, memperlihatkan bagaimana iklan melulu dipahami sebatas kerja memanipulasi napsu konsumsi dengan cara-cara “kasar”. Tak heran jika ekspresi yang muncul kemudian juga cuma plesetan atau parodi dari iklan-iklan pendorong napsu itu.