Blog dan interaksi sosial baru

Oleh Rangga A. Sastrowardoyo
Ditulis untuk Buku Program Citra Pariwara 2008


Setiap orang selalu punya cerita. Ketika berhadapan dengan sesama, dia akan berbagi pengalaman, keinginan, dan yang paling utama: sisi pandangnya. Keragaman perspektif ini yang selalu membuat setiap diskusi menjadi menarik karena setiap orang bisa saling mengutarakan pendapatnya, tidak hanya sekadar memberi atau menerima. Sifat interaksi sosial inilah yang telah mengubah wajah sebuah dunia bernama internet.

Sampai akhir tahun 90-an, internet adalah dunia satu arah di mana penggunanya hanya bisa menerima informasi yang diberikan oleh para “penguasa informasi” dalam bentuk berita, pengetahuan, atau hiburan.

Tapi kian lama informasi yang tersedia kian tidak mungkin memuaskan para pengguna. Orang mulai membutuhkan hal-hal yang lebih spesifik, yang lebih dekat dengan kehidupan dan minat mereka. Pengguna internet akhirnya diberi kesempatan untuk membuat situs mereka sendiri dengan kehadiran berbagai aplikasi gratis namun masih cukup sulit untuk digunakan. Mereka mulai memasukkan tautan ke tempat-tempat yang mereka telah kunjungi di internet. Ini adalah catatan perjalanan mereka (log). Sebuah weblog.

Ketika orang-orang ini mulai memasukkan ketertarikan masing-masing dalam situs pribadinya, tiba-tiba pengguna bisa menemukan hal-hal yang cocok dengan dirinya. Mereka mulai menemukan tempat di mana mereka bisa mengikuti apa yang mereka inginkan. Perjalanan internet mereka bisa diatur sesuai dengan apa yang mereka cari. Tapi tentu saja, kumpulan tautan tidak mencukupi lagi. Mereka membutuhkan pendapat dari pengumpulnya. Mereka membutuhkan pengalaman perjalanan penulis situs-situs tersebut untuk dijadikan referensi. Akhirnya muncul tren semacam online diary di mana penulis juga menuturkan pengalamannya, tidak hanya sekadar menaruh peta jalan untuk para pembacanya.

Melihat fenomena ini, beberapa pengembang mengeluarkan aplikasi yang lebih sederhana untuk membuat situs pribadi. Salah satu dari mereka akhirnya menciptakan istilah baru dengan memotong kata weblog menjadi we blog. Di saat itulah lahir ungkapan blog yang diikuti dengan kata kerja to blog yang diartikan sebagai “mengedit sebuah weblog atau memasukkan tulisan baru ke sebuah weblog”. Sebutan blogger juga akhirnya dipopulerkan oleh salah satu pengembang yang membuat aplikasi dengan nama yang sama.

Apa sebenarnya yang membuat kegiatan ini meledak ke seantero dunia? Salah satunya adalah teknologi yang terlihat biasa namun mengubah intisari dari internet: kotak komentar. Sebuah aplikasi bernama Open Diary memasukkan benda ini ke setiap tulisan yang dimasukkan penggunanya. Hal ini menjadikan internet sebuah area diskusi yang sangat luas. Untuk setiap cerita, pengalaman, dan perjalanan, pembaca bisa memberikan pendapatnya. Pengguna internet bisa saling bertukar pikiran lewat situsnya.

Inilah revolusi kesekian dari internet yang dibawa oleh blog: sebuah pertukaran informasi yang merata dengan sumber yang beragam, tidak tergantung pada satu muara tapi berasal dari setiap penggunanya.

Tapi bukan hanya itu. Sebagaimana karya pada umumnya, setiap blog adalah cermin dari pembuatnya — dan setiap orang selalu mempunyai cerita, pengalaman, dan pandangan yang berbeda. Blog menjadi alat yang tepat untuk mengekpresikannya.

Seseorang bisa mempunyai ketertarikan di fotografi dan lingkungan. Dia akan memasukkan semua hal yang berkaitan dengan itu dalam blog pribadinya, dan tentu saja blog itu juga akan menarik orang-orang dengan minat yang sama. Dengan teknologi yang ada, mereka bisa berinteraksi, mulai dari saling memberi komentar, mengutip tulisan masing-masing, atau saling terhubung satu sama lain lewat tautan. Hal ini membentuk sebuah jaringan sosial bagi para pengguna dengan minat yang sama.

Sebuah komunitas baru pun lahir. Sebuah organisasi sosial yang meski berwujud virtual namun bersifat nyata, kongkret.

Internet tiba-tiba menjadi sebuah ruang sosial yang personal: semua pengguna mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan siapa dirinya dan mereka akan mempunyai pengikut, baik dari lingkungan terdekat sampai kepulauan di seberang samudra.

Sekadar menampilkan diri secara fisik akhirnya sudah tidak cukup lagi. Sekarang yang terjadi adalah narsisme yang lebih bersifat intelektual. Orang memerlukan saluran buat mengutarakan isi pikirannya dan didengar oleh yang lain. Di sisi lain, ada kebutuhan yang sama untuk mengetahui apa yang terjadi di kepala orang lain. Dualisme inilah yang menjadikan blog sangat menarik untuk orang kebanyakan. Ini adalah jendela dua arah yang memuaskan baik sisi narsisme sekaligus sisi ingin tahu mereka.

Tidak cukup dengan tulisan dan tautan, pengguna memanfaatkan teknologi yang ada untuk saling berbagi dalam berbagai bentuk. Mereka menggunakan beberapa situs penyimpanan foto seperti Flickr sebagai medium untuk photoblogging atau bercerita lewat gambar. Mereka juga menggunakan internet untuk menyebarkan suara mereka lewat MP3 blog atau Podcast. Bahkan mereka menggabungkan kedua cara itu dengan memasang video tentang mereka, baik hanya berbicara di depan kamera atau membuat cerita dengan videoblogging lewat beberapa situs seperti Yahoo! Videos atau YouTube. Teknologi yang ada memang memungkinkan mereka untuk berbagi kehidupan dengan berbagai cara.

Seperti biasa, ketika semua orang melakukannya, individualitas mencair sedikit demi sedikit. Dorongan narsisme membuat para pengguna ingin tampil beda dari yang lainnya. Mereka ingin tetap didengar dan diikuti, sehingga muncul blog yang mempunyai subjek khusus — bisa politik, olah raga, musik, film, atau apa pun. Ketika sebuah blog khusus menjadi sangat terkenal, besar kemungkinan penulisnya akan dijadikan semacam spesialis dalam bidangnya. Dia akan menjadi salah satu acuan yang dipercaya oleh publik dan ini menunjukkan kekuatan dari blog.

Blog menjadi sebuah media yang diakui.

Blog memberikan semua penggunanya kekuatan yang sering kali melebihi media resmi. Dengan sentuhan personalnya, blog bisa mempunyai tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Seseorang akan lebih mendengar perkataan temannya daripada sumber resmi — hal yang sudah jamak dalam kehidupan sehari-hari. Ini memberikan nilai tambah bagi para pengguna internet karena sekarang mereka mempunyai pilihan informasi yang lebih beragam ditambah perspektif yang lebih dekat dengan mereka. Ini adalah orang yang benar-benar mereka percayai, bukan lagi misalnya seorang wartawan yang mereka hanya tahu inisialnya. Belum lagi segala yang ada di blog adalah informasi yang tidak tersaring, membuatnya jauh lebih menarik karena tidak ada proses sensor resmi kecuali dari penulisnya sendiri.

Para perusahaan besar menyambut baik fenomena ini. Apabila selama ini mereka bisa dibilang tersembunyi di balik kesterilan situs resmi tradisional, mereka memanfaatkan blog untuk menampilkan sisi yang lebih manusiawi, menghilangkan batasan antara produsen dan konsumen, dengan membuat sebuah jembatan komunikasi lewat berita atau perspektif dari perusahaan lewat teknologi ini. Konsumen bisa langsung mengemukakan pendapat mereka tanpa harus melewati prosedur yang rumit. Hal ini menciptakan sebuah hubungan yang lebih personal.

Tapi hal ini menyebabkan sebuah perubahan yang signifikan dalam jagat blog. Hal  yang tadinya bersifat personal mulai bergeser menjadi profesional. Blog menjadi sesuatu yang serius dan resmi, baik dalam cara menulis sampai subjek yang dipilih. Apa yang bisa dilakukan oleh sebagian besar blogger yang hanya ingin berbagi cerita tanpa harus menjadi acuan atau pun referensi?

Dalam dunia yang bergerak semakin cepat, kesibukan yang bertambah, dan kebutuhan akan instanitas, para pengguna internet cuma bisa meluangkan sedikit waktu untuk berbagi. Mereka sudah tidak lagi sempat untuk mengirim email setiap waktu ke semua teman, apalagi menulis panjang untuk ditampilkan di blog mereka. Mereka membutuhkan cara bercerita di antara hal-hal itu dengan cara langsung dan spontan.

Microblogging adalah cara terbaru untuk berbagi dengan singkat dan langsung. Lewat platform seperti Twitter, pengguna dapat menggunakan berbagai alat untuk menceritakan kehidupan mereka, mulai dari komputer sampai telepon genggam. Seorang pengguna Twitter dapat memberitahukan ke semua teman apa yang sedang terjadi pada saat itu juga. Ini adalah sesuatu yang jauh lebih personal daripada blog, karena microblogging adalah ungkapan instan dari penulis — kehidupan pribadi yang menjadi publik. Hubungan antar pengguna pun menjadi lebih intim karena para pengguna saling mengundang satu sama lain untuk melihat atau merasakan apa yang mereka alami masing-masing.

Internet kembali menyediakan ruang sosial sekaligus personal dan penggunanya sekali lagi memanfaatkannya dengan bersemangat.

Karena manusia akan selalu membutuhkan sentuhan personal dalam kehidupan. Mereka akan dengan senang hati membiarkan orang lain masuk ke dalam keseharian mereka dengan catatan mereka bisa melakukan hal yang sama.

Boleh dilihat asalkan mereka bisa melihat. Narsisme dan voyeurisme yang hidup bersama. Dua sisi mata uang yang sering kita lupakan sampai sekarang.

Ada