Pemilihan umum 2.0 atau I tweet, therefore I’m the American President

Oleh M. Ismail Fahmi (Ismet)
Ditulis untuk Buku Pedoman Citra Pariwara 2008


Ketika pertama kali muncul di panggung politik nasional Amerika, hampir tak seorang pun, kecuali lingkaran dalam Partai Demokrat dan konstituennya di Illinois sana, pernah mendengar namanya Obama.

Maklumlah, siapa yang tahu pejabat Senat negara bagian Illinois? Obama belum menjadi siapa-siapa, kecuali sebagai pejabat Senat negara bagian dari Partai Demokrat yang menentang Perang Irak.

Dia mengajak David Axelrod sebagai penasihat politik, dan mengumumkan intensinya untuk maju sebagai anggota Senat Amerika Serikat mewakili negara bagian Illinois.

Berdua mereka mengubah wajah politik Amerika. Berdua mereka mengubah cara berkampanye, penggalangan dana, dan menghimpun dukungan.

Berdua mereka menghantam kekuatan tradisional di politik Amerika, dan di luar perhitungan banyak pengamat berhasil memenangkan pemilu Amerika.

Dua anak bawang yang menciptakan sejarah di Amerika.

Presiden Barack Hussein Obama adalah hasilnya, dan Amerika tidak akan pernah sama lagi untuk selamanya.

Segalanya dimulai dari pidato anti Perang Irak yang dilakukan Obama pada 2002. Lalu, Partai Demokrat yang melihatnya sebagai bintang yang sedang menanjak memintanya untuk memberikan keynote speech pada konvensi nasional, Juli 2004. Pidato yang mengangkatnya ke kancah nasional dan internasional. Pidato yang memberikan momentum untuk menanjak lebih tinggi lagi di langit.

Setelah pidato itu, kisah Cinderella lelaki berkulit hitam dimulai. Obama memenangkan kursi Senat Amerika dengan 70% suara.

Lalu dua orang yang bersahabat sejak tahun 2002 ini menentukan tujuan yang sangat ambisius: Presiden Amerika pertama yang berkulit hitam.

Pemilu 2.0

Obama mengawali karir sebagai Community Organizer. Tidak heran kalau pesan dia kepada David Axelrod ketika menggodok strategi untuk maju sebagai presiden sangat sederhana: jadikan kampanye ini sebagai alat untuk melibatkan sebanyak mungkin orang. Axelrod dengan cerdas menterjemahkannya dengan istilah yang melanda dunia dua-tiga tahun belakangan ini: Web 2.0.

Tim kampanye Obama memang bukan pionirnya, tapi dia yang berhasil menggunakan berbagai alat yang ada di internet untuk menggalang dukungan dan dana. Mereka belajar dari keberhasilan Howard Dean mengumpulkan donasi yang mencapai US$ 27 juta ketika maju sebagai kandidat pada 2004.

Mereka juga belajar dari Ron Paul yang berhasil mengumpulkan US$ 6 juta dalam sehari lewat internet.

Tapi tim kampanye Obama berhasil melakukan apa yang tidak berhasil dilakukan oleh banyak tim kampanye: mereka berhasil memahami potensi web 2.0, dan menggunakannya untuk menggalang massa dan dana. Berbeda dengan kandidat lain, tim kampanye Obama tak hanya memperlakukan pengguna internet sebagai cash cow. Mereka membuat pengguna Internet sebagai aktivis.

Situs www.barackobama.com tidak lagi berfungsi sebagai situs biasa, tapi berubah menjadi semacam markas besar kegiatan di internet.

Itu semua dimulai dengan uang sejumlah US$ 2 juta yang digunakan untuk membangun software dan membeli hardware pada 2007. Tim kampanye Obama paham betul mediumnya. Mereka tahu betul kemampuannya. Mereka mengerti betul apa yang harus dilakukan untuk membuat semua orang di internet merasa terlibat.

Dalam salah satu wawancara, seorang wartawan bertanya kepada Obama dan Hillary Clinton, benda apa yang selalu mereka bawa ketika mereka harus berkampanye berhari-hari di jalan. Jawaban Hillary Clinton: BlackBerry. Serius. Untuk bisnis. E-mail. Web 1.0.

Sementara Obama menjawab: web camera, supaya dia bisa terus berhubungan dengan rumah untuk mengobrol dengan keluarga. Merekam video. Mengunggahnya ke internet. Web 2.0.

Lalu Obama menggunakan alat yang menjadi kesayangan anak muda pengguna internet di seluruh dunia: YouTube.

Di YouTube, channel www.youtube.com/user/BarackObamadotcom mengunggah 1.821 video resmi dari tim kampanye Obama dan memiliki lebih dari 120 ribu pelanggan. Video-video itu sudah ditonton lebih dari 18 juta kali! Dalam hari-hari terakhir, tim kampanye Obama lebih intensif, mengunggah lebih dari 150 video baru, atau kalau di rata-rata, satu video per jam. Luar biasa intensif.

Sementara, di channel John McCain hanya terdapat 330 Video, 29.309 pelanggan dan ditonton dua juta kali! Hanya sepersekian penonton video Obama. Tidak heran kalau pesan yang disampaikan oleh Obama lebih banyak didengar oleh pengguna internet!

Di zaman web 2.0 seperti ini, tentu saja pengguna punya suara yang sama besarnya dengan tim kampanye. Maka tidak aneh kalau ada lebih dari 660 ribu video di YouTube yang punya kaitan dengan nama Obama, baik yang mendukung, menentang, menghina, memuji, sampai ke yang cuma bermain-main.

Untuk melawan kampanye negatif yang dilancarkan oleh lawan politik maupun pendukung mereka, tim kampanye Obama mendirikan sebuah situs khusus: www.fightthesmears.com. Situs ini sangat efektif untuk menangkis berbagai rumor dan serangan Partai Republik yang dalam duabelas tahun ini cenderung menggunakan cara-cara kotor untuk mengalahkan lawannya.

Tentu Obama juga menggunakan MySpace, salah satu situs jejaring pertemanan, sebagai salah satu alat untuk berkampanye kepada anak muda. Tapi yang lebih fenomenal: betapa Obama menggila di Facebook.  Obama menggunakan Facebook untuk membuat jaringan volunteer.

Di Facebook, halaman pendukung Obama dipenuhi hampir dua setengah juta orang. Dua setengah juta anak muda yang percaya pada Obama. Dua setengah juta anak muda yang bisa dimobilisasi kapan saja.

Bandingkan dengan lawan Obama di pemilihan presiden, John McCain, yang cuma berhasil menghimpun 625 ribu lebih pendukung. Hanya seperlima dari pendukung Obama.

Bahkan, dengan mengajak Chris Hughes, salah satu pendiri Facebook, tim kampanye Obama membuat social networking site-nya sendiri: mybarackobama.com. Akibatnya, jumlah volunteer untuk Obama yang mendaftkan diri lewat internet menggelembung menjadi dua juta orang!

Dua juta orang ini yang kemudian membiyai kampanye Obama. Di Amerika Serikat, setiap orang mempunyai batasan untuk menyumbang kepada kandidat presiden. Batas atasnya adalah US$ 2.300. Tim kampanye Obama dengan cerdas memobilisasi pengguna internet. Para penyumbang kecil. Mereka yang sekali mengirimkan uang bernilai US$10-US$$15 saja. Tapi ketika jutaan orang menyumbang, yang terjadi adalah revolusi. Bayangkan kalau mereka menyumbang pada Obama satu kali setiap bulan.

Hal itu menyebabkan Obama tidak perlu banyak-banyak bertemu dengan donatur kaya yang selalu minta acara makan malam. Obama punya lebih banyak waktu untuk bertemu dengan komunitas akar rumput. Obama lebih punya banyak waktu untuk berkampanye dibandingkan dengan lawan-lawannya.

Lihat saja, betapa sumbangan kecil yang diterima oleh Obama berkali-kali lipat dibandingkan dengan lawan-lawannya. Luar biasa bukan?

Obama berhasil mengumpulkan dana kampanye lebih dari US$ 468 juta, dan US$428 juta di antaranya disumbangkan oleh penyumbang perorangan, dengan rata-rata sumbangan di bawah US$200. Sebuah mobilisasi dana yang sungguh luar biasa.

Bahkan kalau diteruskan, mungkin Obama bisa mendapatkan sumbangan sampai 1 milyar dollar. Lumayan untuk persediaan pemilihan ulang.

Dengan cerdas, Obama juga membuat situs untuk mobile device: obamamobile.mobi yang dirancang dengan sangat cerdas. Pengguna bisa mengunduh rupa-rupa video, ringtones, wallpaper, dan membaca berita tentang Obama. Situs kecil ini menjadi viral yang luar biasa efektif, karena para relawan tidak perlu lagi membagi-bagikan selebaran. Cukup dengan memasukkan nomor telepon teman, atau memamerkan wallpaper handphone, mereka sudah bisa ikut berkampanye.

Pendukung Obama, anak-anak muda yang melek komputer, membantu dengan menciptakan berbagai aplikasi untuk iPhone dan iPod dan dibagikan gratis di internet. Mulai dari launcher untuk situs milik Obama sampai reminder untuk memilih.

Tentu efek lanjutannya sungguh luar biasa: data mining. Jutaan nomor telepon pemilih muda menjadi database tim kampanye Obama. Ketika tiba hari pemilihan, pemilik jutaan nomor telepon itu diimbau untuk keluar rumah, memilih, dan mengajak teman-teman mereka untuk ikut memilih.

Luar biasa efektif dan efisien.

Tidak ketinggalan, Obama juga menggunakan Twitter sebagai medium berkampanye. Bahkan ketika Obama mengumumkan calon Wakil Presiden, dia menggunakan Twitter dan SMS sebagai cara pertama untuk mengumumkannya. Itu membuat semua orang di Twitter bergairah, dan berlomba-lomba mengikuti Twitter Obama, hanya karena mereka ingin menjadi yang pertama tahu, siapa yang terpilih menjadi calon wakil presiden Obama.

Hasilnya, tidak heran kalau Obama berhasil mengajak anak-anak muda, terutama mahasiswa di Amerika yang tadinya begitu malas untuk keluar dari kamar mereka yang hangat, untuk mengantre panjang untuk memilih presiden Amerika.

Anak-anak muda, yang umumnya para pemilih pertama, menjadi pendukung garda depan Obama. Mereka menjadi relawan. Mereka mengajak orang untuk keluar rumah dan memilih. Mereka membagikan selebaran. Mereka berkampanye lewat Facebook. Twitter. YouTube. Email. Mereka menjadi pengeras suara yang besar, menyampaikan pesan Obama pada Amerika: Change, Yes We Can!

Sejarah baru

4 November 2008, sejarah baru tercipta di Amerika. Seorang berkulit hitam yang baru dua tahun duduk di Senat menjadi Presiden Amerika. Tidak main-main, anak muda itu berhasil mengalahkan seorang veteran perang Vietnam yang pernah menjadi tahanan perang dan sudah bertahun-tahun duduk di Senat Amerika.

Presiden Barack Husein Obama menjadi simbol perubahan — tidak hanya bagi Amerika, tapi juga bagi dunia. Dia menunjukkan kepada semua orang di seluruh dunia, bagaimana caranya menggunakan medium yang selama ini tidak digunakan dengan maksimal. Dia menunjukkan pada dunia, bahwa internet yang oleh pemerintah Indonesia dianggap remeh-temeh dan bisa ditutup kapan saja mempunyai daya gedor yang luar biasa.

Obama memperlihatkan sebuah kampanye yang menjadi alat untuk melibatkan sebanyak mungkin orang. Sampai saat terakhir, tercatat lebih dari 3,5 juta orang menyumbangkan uang dan tenaga untuk kampanye Barack Obama. 3,5 juta orang yang sadar kalau perubahan harus terjadi demi terjadinya perbaikan negeri.

Dipimpin oleh seseorang yang  akan tercatat dalam sejarah sebagai perwujudan perubahan di dunia: Barack Husein Obama.

Ada