Award Oh Award

Musim Award, begitu saya menyebut akhir tahun di Indonesia.

Betul, Anda tidak salah baca.

Karena di kwartal ke-4 setiap tahun di Indonesia, berbagai macam lomba periklanan berlangsung. Mulai dari Pinasthika Award, Caraka Award, sampai ke lomba periklanan terbesar di Indonesia saat ini: Citrapariwara.

Dan biasanya di saat itulah perdebatan lama yang tidak pernah selesai muncul kembali: Seberapa pentingkah Award itu buat insan pekerja periklanan? Buat klien?

Percayalah, perdebatan itu tidak akan pernah selesai. Para pengkritik lomba periklanan punya argumentasi yang sungguh sangatlah kuat dan sulit dibantah. Para pendukung lomba periklanan pun punya argumentasi yang tidak kalah kuat. Dan terus saja mereka bertengkar. Apa argumentasi mereka? Silakan saja cari di peramban kesayangan Anda. Saya malas menuliskan kembali bahkan sekadar satu kalimatpun.

Oh, kalau saya sendiri? Tidak peduli dengan pertengkaran itu.

Saya beberapa kali terlibat menjadi panitia Citrapariwara. Saya juga pernah menjadi juri di beberapa lomba periklanan. Jadi kalau mau (dan bisa), silakan masukkan saya ke dalam kotak pendukung award.

Karena buat saya, Brand yang menjadi klien saya adalah yang terpenting. Kalau misalnya saya harus membuat iklan yang di mata juri lomba iklan (atau di mata kelas menengah yang sungguh berubah menjadi kritis di sosial media dan diam seribu basa dihadapan penguasa) sangat buruk demi membantu mereka menaikkan awareness atau membantu tim sales mereka untuk berjualan, saya akan membuatnya.

Kalau saya harus bertengkar dengan brand manager untuk menunjukkan bahwa iklan yang menurut mereka dibutuhkan hanya akan menghancurkan brand, ya saya bertengkar dengan mereka. Semata karena tugas pekerja iklan untuk memberikan yang terbaik bagi kelangsungan hidup brand.

Kalau saya harus kehilangan klien karena itu, ya tentu saya tidak rela. Karena biro iklan adalah entitas bisnis. Bukan yayasan. Bukan pula sanggar kesenian. Kemampuan untuk memertahankan klien jadi penting.

Tapi saya percaya dengan iklan inisiatif. Iklan yang datang dari inisiatif agensi iklan. Karena kadang, dari inisiatif agensi, muncul terobosan baru dalam beriklan yang mungkin dibutuhkan oleh brand yang terjebak dengan cara berkomunikasi yang itu-itu saja.

Kami, di Satucitra, pernah mendapatkan klien baru dari iklan inisiatif yang kami buat. Kami datang, berkenalan, memperlihatkan iklan buatan kami kepada para pemangku brand, lengkap dengan strateginya. Mereka menyetujui dan memberi ijin kepada kami untuk membuat iklan tersebut. Lalu iklan itu memenangkan beberapa metal di Citrapariwara.  Beberapa bulan kemudian kami resmi menjadi agensi brand tersebut.

Lumayan.

Ada juga sebuah brand yang jatuh cinta dengan artwork yang dipresentasikan, dan mau membayar seluruh biaya produksi dan placementnya.

Sekali lagi, lumayan, dikasih uangnya, klien senang bisa mendapatkan terobosan, dan kami senang bisa mendapatkan metal.

Tentu, Anda semua berhak memiliki pendapat yang berbeda dengan saya. Tapi jangan ajak saya berdebat tentang pentingnya Award, karena dari awal saya sudah nyatakan: perdebatan ini tidak akan pernah selesai, dan saya sudah terlalu malas untuk berdebat tentang masalah ini. Biarlah, pendapat kita berbeda.

Bukankah perbedaan itu adalah kenyataan hidup yang tidak bisa kita tolak, kan? :D

Ada
Fatal error: Call to undefined function post_comment_count() in /home/satucc/public_html/wp-content/themes/shaken-grid-premium/comments.php on line 30