<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>satucitra</title>
	<atom:link href="http://satucitra.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satucitra.co.id</link>
	<description>Memahami Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Feb 2011 07:38:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Satucitra, Satu Citra, SatuCitra?</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/satucitra-satu-citra-satucitra/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/satucitra-satu-citra-satucitra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 08:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memo]]></category>
		<category><![CDATA[merek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Apa arti sebuah nama?&#8221; tanya William Shakespeare. Dari perspektif komunikasi pemasaran, Shakespeare keliru. Nama &#8212; secara teknis disebut<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/satucitra-satu-citra-satucitra/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Apa arti sebuah nama?&#8221; tanya <strong>William Shakespeare</strong>.</p>
<p>Dari perspektif komunikasi pemasaran, Shakespeare keliru. Nama &#8212; secara teknis disebut <em>brand</em> atau merek &#8212; adalah aset penting buat memasuki pasar yang kian lama kian ramai dan riuh.<span id="more-2012"></span></p>
<p>Sebelas tahun lampau, pada ulang tahun ke-15, <strong>Cipta Citra</strong> (populer dengan akronim CC) resmi berganti nama menjadi <strong>Satucitra</strong>.</p>
<p>Tidak ada pertimbangan &#8220;religius&#8221; apalagi &#8220;gaib&#8221; di balik itu. Pergantian nama dilakukan semata karena nama lama bermasalah: sulit diingat dan diucapkan dengan benar. Banyak orang, termasuk klien-klien kami, bukan saja kerap terpeleset melafalkan atau menuliskan nama lama itu, tetapi bahkan juga sulit membuat diferensiasi dengan ribuan perusahaan lain yang mengunakan kata &#8220;cipta&#8221; atau &#8220;citra.&#8221;</p>
<p><strong>Satucitra</strong> hanya merek usaha kami, karena nama perusahaannya tidak berubah, tetap PT Cipta Citra Senindo. Tentu, secara legal merek <strong>Satucitra</strong> didaftarkan sebagai milik kami ke Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Depkumham. Karena itu <a href="http://www.idnic.net/" target="_blank">idnic</a>, yang mengelola pemakaian domain .id di internet, misalnya, mengizinkan kami menggunakan satucitra.co.id.</p>
<p>Tapi justru itulah soalnya. Setelah sebelas tahun, <strong>Satucitra</strong> oleh banyak orang masih saja dianggap nama, bukan merek. Padahal logo kami sudah dibuat benar-benar seperti merek di botol kecap. Akibatnya, dengan baik hati mereka mengoreksi kesalahan (bahasa) penulisan <strong>Satucitra</strong> menjadi <strong>Satu Citra</strong>, atau <strong>SatuCitra</strong>.</p>
<p>Betul, &#8220;satu&#8221; dan &#8220;citra&#8221; adalah dua kata benda, dan penulisan kata benda mesti dipisah dengan kata lain yang mendahuluinya. Jadi penulisan yang benar memang &#8220;satu citra&#8221;. Namun, sebagai merek, <strong>Satucitra</strong> terbebas dari aturan tersebut.</p>
<p>Merek bisa dibilang frasa baru, yang berfungsi sebagai identitas komersial, dan karena itu bisa dibuat sekehendak pemiliknya. Ia bisa berupa singkatan, kata atau istilah baru, modifikasi kata, kata bentukan baru, gabungan dua atau beberapa kata, dan lain sebagainya.</p>
<p>Satu-satunya aturan yang berlaku dalam penyebutan atau penulisan merek adalah: ikuti saja apa yang dikehendaki pemilik merek. Kalau pun salah, dia yang &#8220;dosa&#8221;, bukan kita. <img src='http://satucitra.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, pembaca terhormat, penulisan merek usaha kami yang benar ialah <strong>Satucitra</strong>. Bukan Satu Citra, atau SatuCitra.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2020" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/starbak.jpg" alt="" width="620" height="353" /></p>
<div class="photocredit" style="text-align: right;">Foto © ditemukan dari <a href="http://google.com" target="_blank">Google</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/satucitra-satu-citra-satucitra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menkes: Tak Ada Larangan Total Iklan Rokok</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/menkes-tak-ada-larangan-total-iklan-rokok/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/menkes-tak-ada-larangan-total-iklan-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 15:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[rpp tembakau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=2036</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignleft size-full wp-image-2044" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/kompas-iklanrokok-small.jpg" alt="" width="310" height="185" /><br /></br>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="text-decoration: underline;">Dari</span> <a href="http://health.kompas.com/index.php/read/2011/02/17/17382761/Menkes.Tak.Ada.Larangan.Total.Iklan.Rokok" target="_blank">KOMPAS.com</a><br />
Kamis, 17 Februari 2011 | 17:38 WIB</p>
<hr /><strong>JAKARTA, KOMPAS.com —</strong> Menteri Kesehatan  Endang Rahayu Sedyaningsih menegaskan, pemerintah tidak akan melakukan larangan total pada iklan rokok yang akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau.</p>
<p>&#8220;Dalam pembahasan RPP Tembakau disepakati bahwa tidak akan <em>total ban</em> (larangan total) pada iklan, promosi, dan sponsor rokok. Semuanya akan dilakukan secara bertahap,&#8221; kata Menteri Kesehatan  Endang di Kantor Menko Kesra, Kamis (17/2/2011).</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Endang dalam acara rapat koordinasi untuk membahas RPP tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dan susu formula yang diduga tercemar bakteri.</p>
<p>Sejumlah menteri yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut, antara lain, adalah Menko Kesra Agung Laksono, Menkes, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. Selain itu hadir juga Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dan Kepala BPOM Kustantinah.</p>
<p>Endang menjelaskan, pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok akan dilakukan secara berharap. &#8220;Dilakukan secara bertahap, misalkan saja yang dilarang terlebih dahulu adalah iklan, promosi atau sponsor rokok di acara-acara sekolah atau pagelaran musik yang dihadiri para pelajar,&#8221; kata Menkes.</p>
<p>Endang menambahkan, yang terpenting pada saat ini adalah bagaimana RPP Tembakau segera disahkan menjadi peraturan pemerintah atau PP Tembakau. &#8220;Sekarang yang penting PP itu disahkan dulu untuk mencegah terus meningkatnya perokok pemula,&#8221; imbuhya.</p>
<p>Endang juga menambahkan, dalam RPP Tembakau dibahas mengenai beberapa hal, di antaranya mengenai iklan, promosi dan sponsor rokok juga peredaran rokok dan lain sebagainya.</p>
<p>Sementara itu, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, pemerintah akan segera menyelesaikan pembahasan RPP tembakau agar bisa disahkan menjadi PP. Meskipun demikian, pemerintah belum dapat memastikan kapan RPP tersebut akan disahkan menjadi PP.</p>
<p>&#8220;Perlu tahapan dan penyusunan peta yang baik, tetapi diharapkan dalam waktu dekat ini pembahasannya bisa segera selesai dan ditindaklanjuti dengan pengesahan menjadi PP,&#8221; katanya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-2049" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/kompas-iklanrokok-big.jpg" alt="" width="620" height="370" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/menkes-tak-ada-larangan-total-iklan-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamatan #26thsatucitra</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/selamatan-26thsatucitra/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/selamatan-26thsatucitra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 15:21:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[#26thsatucitra]]></category>
		<category><![CDATA[selamatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Karena jatuh pada &#8220;hari kejepit nasional&#8221;, hingga beberapa orang penting mengambil cuti panjang, selamatan internal ulang tahun ke-26<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/selamatan-26thsatucitra/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena jatuh pada &#8220;hari kejepit nasional&#8221;, hingga beberapa orang penting mengambil cuti panjang, selamatan internal ulang tahun ke-26 <strong>Satucitra</strong> baru diadakan hari ini.<span id="more-1978"></span></p>
<p>Seperti biasa, seluruh karyawan berkumpul di ruang pertemuan. Managing Director <strong>Ricky Pesik</strong> menyampaikan pesan penting tahun ini, disambung tiup lilin kue ulang tahun, pemotongan tumpeng, dan makan siang bersama.</p>
<p>Oh ya, sebelumnya ada tradisi yang sudah dimulai 21 tahun lalu. Perusahaan memberikan ucapan terima kasih berupa kenang-kenangan perhiasan emas kepada karyawan yang telah bekerja lima tahun atau kelipatannya. Berat perhiasannya adalah dua kali masa kerja. Jadi mereka yang bekerja lima tahun memperoleh perhiasan 10 gram, 10 tahun mendapat 20 gram, dan seterusnya.</p>
<p>Lumayan juga nilainya. Jika harga emas 22 karat per gram Rp 300.000,- saja, berarti karyawan bermasa kerja 10 tahun kebagian bonus Rp 6 juta.</p>
<p>Acara penyerahan ucapan terima kasih ini sejenak menjadi momen yang mengharukan. Pada saat itulah biasanya hampir semua kami baru menyadari jika teman-teman yang giliran mendapat kenang-kenangan ternyata sudah lama juga bekerja di sini. Padahal, bukan rahasia lagi sebenarnya, lebih dari separuh jumlah karyawan <strong>Satucitra</strong> memang bermasa kerja panjang.</p>
<p>Tahun ini giliran delapan karyawan mendapat perhiasan emas ucapan terima kasih. Tiga dengan masa kerja 10 tahun, lima sudah 20 tahun.</p>
<p>Tahun lalu, pada selamatan internal ulang tahun ke-25, terdapat enam karyawan yang sudah bekerja 10 tahun, dua karyawan 20 tahun, dan tiga karyawan bahkan 25 tahun. Ketiganya adalah <strong>Jeannette Sudjunadi</strong> sang pendiri <strong>Satucitra</strong>, <strong>Aline Hastyarin</strong> (General Affair Manager), dan <strong>Kasdi</strong> (kurir).</p>
<p>Aline dan Kasdi adalah dua prajurit setia yang telah ikut menemani Jeannette sejak bulan-bulan awal mendirikan <strong>Satucitra</strong>. Kami sering menyebut keduanya &#8220;tukang batu&#8221; yang ikut membangun fondasi perusahaan ini.</p>
<p><strong>Goenawan Mohamad</strong> pernah menulis dalam salah satu catatan pinggirnya: Setelah Tembok Cina berdiri, kemana para tukang batu pergi? Seperti juga Candi Borobudur, sejarah tidak pernah mencatat cerita tentang para tukang batu yang sudah ikut bersusah-payah membangun dua keajaiban dunia tersebut.</p>
<p>Bisa jadi itu bukti bahwa sejarah memang cuma milik orang-orang besar dan berkuasa saja. Atau jangan-jangan para tukang batu itu memang mati dan tertimbun di bawah bangunan megah yang sudah selesai mereka bangun.</p>
<p>Di <strong>Satucitra</strong>, untungnya, tidak semua &#8220;tukang batu&#8221; mati tertimbun dan dilupakan. Kasdi, misalnya, sebelumnya sudah bekerja di <strong>Matari Advertising</strong> selama delapan tahun. Begitu cintanya pada Matari sampai dua anak pertamanya diberi nama depan Puri &#8212; diambil dari Puri Matari, kantor baru biro iklan milik <strong>Alamarhum Ken Sudarto</strong> di Kuningan tersebut. Tapi itu tidak membuatnya terbebas dari PHK ketika Matari mengalami krisis pertama.</p>
<p>Kasdi lantas masuk <strong>Satucitra</strong> sebagai tukang tempel poster. Ia mengaku semua pasar di Jakarta waktu itu pernah didatangi dan ditempeli poster. Tapi pekerjaan itu pula yang membuatnya ditangkap sewaktu sedang menempel poster permen Cocorico di Jalan Jenderal Sudirman.</p>
<p>Office Boy andalan kami, <strong>Sugino</strong>, dua tahun lalu mendapat kenang-kenangan untuk pengabdiannya selama 20 tahun. Pada 1988, Gino, waktu itu bujangan yang pernah menjadi pekerja bangunan, masuk <strong>Satucitra</strong> sebagai karyawan &#8220;sapu jagat&#8221; alias mengerjakan segala hal sekaligus pununggu kantor di Jalan Tondano A1. Kini ia memiliki rumah yang sudah selesai dicicil di Bekasi Timur dan anak sulung perempuannya sedang kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka).</p>
<p>Di samping Aline, Kasdi, dan Gino, dalam dua tahun terakhir ini saja  &#8220;ditemukan&#8221; tujuh karyawan yang betah bekerja lebih dari 20 tahun dan  sembilan karyawan lebih dari 10 tahun. Di jajaran manajemen juga ada tiga orang yang berpredikat &#8220;tukang batu&#8221;: <strong>Ricky Pesik</strong> dan <strong>Inggil S. Goendono</strong> (keduanya sejak 1989) serta <strong>Totot Indrarto</strong> (sejak 1987).</p>
<p>Banyaknya karyawan yang betah bekerja lama di <strong>Satucitra</strong> tidak perlu diromantisir sebagai tanda kesetiaan pada perusahaan dan sebagainya, karena setiap orang hanya perlu setia pada kata hatinya sendiri. Barangkali fenomena itu lebih bisa dilihat sebagai kesungguhan <strong>Satucitra</strong> memelihara salah satu semangat pendirinya untuk &#8220;menjadikan perusahaan ini rumah kecil yang bisa memberikan kenyamanan dan kehidupan terbaik kepada setiap penghuninya.&#8221;</p>
<div id="attachment_1997" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1997" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/bossbaru.jpg" alt="" width="600" height="443" /><p class="wp-caption-text">Ismet dan Shynta meniup lilin ulang tahun: generasi ketiga calon pemimpin Satucitra</p></div>
<div class="photocredit" style="text-align: right;">Foto © satucitra</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/selamatan-26thsatucitra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Pejompongan ke Pejompongan</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/dari-pejompongan-ke-pejompongan/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/dari-pejompongan-ke-pejompongan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 18:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[#26thsatucitra]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[pejompongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=1907</guid>
		<description><![CDATA[Selamat ulang tahun ke 26, teman-teman di &#8216;agency pejompongan&#8217; @satucitra Twit dari @PPPIjkt, akun resmi Pengda PPPI DKI<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/dari-pejompongan-ke-pejompongan/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Selamat ulang tahun ke 26, teman-teman di &#8216;agency pejompongan&#8217; @satucitra <img src='http://satucitra.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Twit dari <a href="http://twitter.com/pppijkt" target="_blank">@PPPIjkt</a>, akun resmi Pengda PPPI DKI Jakarta 2008-2011, itu langsung mengingatkan bahwa &#8212; setidaknya di lingkungan industri periklanan Jakarta &#8211; <strong>Satucitra</strong> adalah &#8220;penguasa&#8221; kawasan Pejompongan. Sebuah pemukiman lama yang tersembunyi di Jakarta Pusat, berada di tengah kota hingga dekat ke mana-mana tapi relatif nyaman dan tidak terlalu ramai.<span id="more-1907"></span></p>
<p>Disebut &#8220;penguasa&#8221; karena sebagian besar perjalanan <strong>Satucitra</strong> dilalui dari Pejompongan. Bahkan sejak 18 November 2000 kami resmi menjadi &#8220;penduduk asli&#8221; Pejompongan, yakni setelah manajemen baru nekat membeli rumah mantan pejabat PAM (Perusahaan Air Minum) seluas 926 m2, yang kini kami tempati.</p>
<p>Akhirnya, setelah 15 tahun capek berpindah-pindah kontrakan, perusahaan kecil ini bisa mempunyai kantor sendiri. Rumah berhalaman luas itu mesti direnovasi besar-besaran sebelum dijadikan kantor <strong>Satucitra</strong>. Toh perjalanan waktu membuat bangunan yang memang sudah tua itu kini mulai terlihat kusam lagi. Tapi mungkin petuah orang-orang tua zaman baheula bisa dijadikan penghibur, &#8220;Jelek-jelek kan punya sendiri, ndak ngontrak.&#8221;</p>
<p>Bukan berkecil hati. Diam-diam kami masih menyimpan mimpi yang pernah secara terbuka disampaikan kepada seluruh karyawan pada selamatan ulang tahun ke-20, 14 Februari 2005. Ketika itu kami berjanji akan secepatnya meratakan bangunan tua yang kami tempati itu dan mendirikan gedung modern tiga setengah lantai. Namun kondisi keuangan perusahaan memaksa kami buat menyimpan dulu mimpi besar tersebut.</p>
<p>Desain dan maket gedung yang akan diberi nama <strong>DALEM SATUCITRA</strong> tersebut dibuat oleh <strong>Enin Supriyanto</strong>, waktu itu Creative Director, yang pernah kuliah di jurusan Desain Interior ITB sebelum dipecat karena dipenjara sebagai narapidana politik oleh penguasa Orde Baru.</p>
<div id="attachment_1909" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1909" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/dalemsatucitra.jpg" alt="" width="600" height="391" /><p class="wp-caption-text">Maket &quot;Dalem Satucitra&quot;, kantor masa depan Satucitra</p></div>
<p>Sejarah <strong>Satucitra</strong> sendiri tidak bermula dari Pejompongan. <strong>Satucitra</strong> pertama kali berkantor di koridor (bukan ruangan!) sebuah kantor besar di Jl. Senopati, Kebayoran Baru. <em>Nyewa</em>, ceritanya. Mesin ketik juga masih meminjam dari kantor itu. Telepon? &#8216;Kan bisa <em>nebeng</em>. Tak heran, jika yang empunya telepon sedang sibuk menelpon, terpaksalah<strong> Jeannette Sudjunadi</strong> atau dua karyawannya waktu itu lari ke telepon umum di Pasar Tulodong beberapa ratus meter dari situ dengan membawa setumpuk uang logam Rp 50,-</p>
<p>Tak lama <em>ngemper</em> di kantor orang, <strong>Satucitra</strong> mulai memasuki Pejompongan. Kantor pertama hanya berupa paviliun kecil, yang di kemudian hari dipakai sebagai tempat praktek dokter, di Jl. Mesjid I No. 11. Lumayan, sudah ada telepon dan mesin ketik.</p>
<p>Setahun di sana, bergeser beberapa puluh meter ke selatan. Persisnya di Jl. mesjid I No. 19, yang bangunannya lebih luas. Di sini <strong>Satucitra</strong> mulai mengenal komputer untuk digunakan penulis naskah iklan, manajer keuangan, dan manajer media.</p>
<p>Di kantor itu pulalah <strong>Satucitra</strong> melesat ke jajaran &#8220;elite&#8221; periklanan Jakarta setelah memenangkan <em>pitching</em> tiga akun besar dan prestisius dari Indomobil (<strong>Hino</strong>, <strong>Mazda</strong>, <strong>Volvo</strong>). Maka, bukan hanya kesibukan yang meningkat, tapi juga terjadi penambahan karyawan dalam jumlah besar. Dalam tempo singkat, rumah yang terletak persis di depan masjid itu terasa sesak.</p>
<p>Mulai 1988 <strong>Satucitra</strong> pindah lagi ke Jl. Tondano A1, tak sampai sekilometer dari kantor sebelumnya. Sebuah rumah yang jauh lebih besar dan lebih keren.</p>
<p>Sayang, mungkin karena lokasinya di jalan umum yang ramai, keamanan di luar kantor agak rawan. Beberapa kali mobil karyawan dibobol maling. Yang paling tragis menimpa <strong>Dara Dharmata Hakim</strong>, Account Executive baru yang juga dikenal sebagai pendaki gunung tangguh. Pintu mobilnya dicongkel dan seluruh gaji pertamanya raib, padahal pada waktu kejadian ia hanya masuk sebentar ke kantor untuk mengambil barang yang tertinggal.</p>
<p>Bisnis terus membesar, karyawan semakin banyak, dan <strong>Satucitra</strong> membutuhkan ruang kantor yang lebih luas lagi. Karena tidak menemukan rumah besar di Pejompongan, akhirnya menyewa dua ruko tiga lantai yang kemudian dipermak habis di Jl. KH Mas Mansyur, Tanahabang.</p>
<p>Kendati awalnya tidak terlampau bersemangat, justru di kantor inilah <strong>Satucitra</strong> paling lama bermukim sebelum dikalahkan oleh kantor yang sekarang: 10 tahun. Mungkin karena selama di Tanahabang-lah bisnis <strong>Satucitra</strong> paling bergejolak &#8212; dari makin membengkak sampai mau bangkrut &#8212; hingga tak pernah berpikir buat pindah dulu. Karena itu berarti tambahan biaya besar lagi.</p>
<p>Nyaman di dalam, tapi agak mencemaskan di luar. Kami kemudian mengakalinya antara lain dengan menyewa halaman Panti Asuhan Muhammadiyah di seberang kantor buat lahan parkir kendaraan karyawan dan merekrut tenaga keamanan profesional, yang terdiri dari kombinasi personil militer yang <em>nyambi</em> kerja bersama beberapa &#8220;jawara&#8221; setempat.</p>
<p>Meskipun tidak pernah menjadi sasaran langsung kejahatan dan kekerasan, tradisi tawuran antara warga Papua (tinggal di Mess Irian persis di seberang kantor) dengan warga lokal Betawi (bermukim di belakang dan kanan-kiri kantor) bisa terjadi 3-4 kali dalam setahun. Jika sedang berlangsung tawuran, pintu pagar digembok dan kami menjadi &#8220;tawanan&#8221; di dalam kantor sendiri sambil sesekali menonton dari jendela depan. Para ekspatriat pun sangat menikmati tontonan yang sangat tidak beradab itu.</p>
<p>Tawuran paling parah terjadi suatu malam, selama berjam-jam tidak kunjung bisa dilerai oleh polisi, dan kedua pihak mulai berusaha mencongkel penutup tangki bensin mobil karyawan yang ada di halaman buat buat mengambil isinya. Jeannette menelpon seorang koleganya, dan tidak lama kemudian datang serombongan pasukan berpakaian militer membantu evakuasi seluruh karyawan dan mobil-mobilnya meninggalkan kantor. Pemimpin rombongan penyelamat itu mengaku bernama Brigjen Johny L. dari kesatuan di kawasan Gambir.</p>
<p>Tapi tanpa itu pun, kantor di Tanahabang bukanlah tempat yang nyaman. Lalu lintas dari dan ke Pasar Tanahabang tidak pernah sepi. Gangguan besar juga datang setiap kali masa kampanye Pemilu. Sebagai basis terbesar PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bisa setiap hari ratusan orang beteriak-teriak, bernyanyi-nyanyi, mengeluarkan segala macam bunyi-bunyian, berpawai dengan truk, mobil, dan sepeda motor yang dilepas saringan knalpotnya, hilir-mudik tidak mengenal lelah.</p>
<p>Syukurlah akhirnya <strong>Satucitra</strong> bisa pindah dari Tanahabang. Lebih bersyukur karena kemudian bisa kembali lagi ke Pejompongan.</p>
<div class="photocredit" style="text-align: right;">Foto © satucitra</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/dari-pejompongan-ke-pejompongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, 26 tahun</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/alhamdulillah-26-tahun/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/alhamdulillah-26-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[#26thsatucitra]]></category>
		<category><![CDATA[jeannette]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=1883</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Satucitra genap 26 tahun. Jeannette Sudjunadi sengaja memilih 14 Februari 1985 buat menandatangani akte notaris pendirian<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/alhamdulillah-26-tahun/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini <strong>Satucitra</strong> genap 26 tahun.</p>
<p><strong>Jeannette Sudjunadi</strong> sengaja memilih 14 Februari 1985 buat menandatangani akte notaris pendirian <strong>Cipta Citra Advertising</strong>. Sebagai perempuan romantis, cuma ia yang tahu persis makna pemilihan tanggal yang di seluruh dunia dirayakan sebagai Valentine’s Day itu. Tapi ia selalu menyebut alasan lain yang tak kalah romantis, “Supaya gampang diinget, jadi kita gak pernah lupa ngerayain.”<span id="more-1883"></span></p>
<p>Di perusahaannya itu kemudian tumbuh tradisi merayakan ulang tahun perusahaan secara khusus, sebagaimana kita merayakan hari lahir anggota keluarga. Biasanya hanya selamatan internal dan makan siang bersama, ditambah tradisi pemberian kenang-kenangan perhiasan emas kepada karyawan yang telah bekerja lima tahun atau kelipatannya.</p>
<p>Selamatan internal yang agak berbeda pernah dilakukan 2006, pada ulangtahun ke-21. Ketika itu seluruh karyawan sarapan bersama di sepanjang Jalan Suryakencana, Bogor. Dilanjutkan <em>ngaso</em> dan <em>ngopi</em> di Kafe Gumati, kemudian makan siang dan sedikit acara internal di Dedaunan Cafe, Kebun Raya.</p>
<p>Tapi pada usia-usia tertentu kami juga membuat pesta besar. Di ulang tahun ke-5, 14 Februari 1990, <strong>Cipta Citra</strong> merayakannya dengan “meresmikan” kantor baru &#8212; dua unit ruko berlantai tiga yang didandani secara keren oleh desainer interior profesional &#8212; di Jl. KH Mas Mansyur, Tanahabang.</p>
<p>Pesta itu menjadi momentum yang menandai kiprah sebagai biro iklan modern: mulai menggunakan komputer Macintosh di studio kreatif dan produksi, IBM System/36 untuk jaringan administrasi dan proses kerja, serta memiliki ruang pertemuan dengan fasilitas presentasi multimedia dan kaca satu arah untuk riset. Tak ketinggalan juga diperkenalkan “lagu kebangsaan” yang dibuat oleh pemusik <strong>Candra Darusman</strong> bersama <strong>Totot Indrarto</strong>, waktu itu GM Office of the President.</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, 2000, pesta besar kembali digelar. Kali ini untuk meresmikan penggunaan nama dan logo baru <strong>Satucitra</strong>, memperkenalkan manajemen baru yang telah berhasil membawa perusahaan keluar dari krisis 1997-1999 sekaligus kantor baru di Jl. Penjernihan, Pejompongan.</p>
<p>Pesta besar berikutnya diadakan pada ulang tahun ke-17, 14 Maret 2002, agak lambat sebulan karena bencana banjir besar yang melanda Jakarta. Berbeda dengan sebelumnya, pesta kali ini dirancang sebagai reuni dengan mengundang semua yang pernah bekerja di <strong>Satucitra</strong>. Agak mengejutkan, jumlah “alumni” saat itu mencapai 246 orang. Termasuk tiga yang telah meninggal dunia dan 32 yang “buron” alias tidak bisa dilacak keberadaannya.</p>
<p>Terakhir adalah pesta ulang tahun ke-20 pada 2005. Ini juga berbeda. Tidak mengundang tamu dari luar karena dimaksudkan sebagai semacam ruwatan dalam tradisi Jawa. Secara internal kami melakukan instrospeksi, &#8220;bersih diri&#8221;, dan puncaknya menggelar wayang semalam suntuk di halaman kantor untuk masyarakat sekitar.</p>
<div id="attachment_1884" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1884" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/20tahun.jpg" alt="" width="600" height="313" /><p class="wp-caption-text">Pesta besar terakhir, 14 Februari 2005</p></div>
<p>Meskipun sengaja memilih tanggal khusus kelahiran perusahaannya semata karena <em>sentimental reason</em>, sejak menyerahkan pengelolan perusahaan kepada <strong>Ricky Pesik</strong> dan kawan-kawan Jeannette (dengan dua &#8220;n&#8221; dan dua &#8220;t&#8221;) malah jarang bisa menghadiri ulang tahun <strong>Satucitra</strong>. Alasannya selalu karena ada pekerjaan lain, baik di Jakarta maupun luar kota/negeri.</p>
<p>Perempuan cerdas dan energik yang antara lain dikenal sebagai pendiri <strong>MetroTV</strong> dan <strong>Yayasan Lembaga GN-OTA</strong> itu setidaknya sampai 1995 masih menggebu-gebu mengurusi langsung <strong>Satucitra</strong>. Tapi ia selalu memiliki ekstra energi untuk melakukan banyak hal sampingan.</p>
<p>Pada 1988 ia merekrut <strong>Joko Santoso HP</strong> (belakangan dikenal sebagai pembuat logo PAN dan anggota DPR) dan <strong>Harris Purnama</strong> (sekarang perupa kontemporer terkenal) &#8212; selain sebagai Copywriter dan Art Director &#8212; untuk menyiapkan penerbitan tabloid khusus ketenagakerjaan. Karena masalah perizinan yang rumit kala itu, rencana itu tidak pernah terealisasi.</p>
<p>Dua tahun kemudian ia membentuk Office of the President, sebuah unit kerja untuk menangani komunikasi korporat, kehumasan, dan pasar modal yang sedang marak saat itu. Unit kerja itu lantas dijadikan anak perusahaan bernama <strong>Saga</strong>. Di situ antara lain bercokol mantan jurnalis dan desainer Tempo/Editor: <strong>James R. Lapian</strong>, <strong>Toni Parhansyah</strong>, dan <strong>Indra Kusuma</strong>.</p>
<p>Begitu <strong>PSSI</strong> menunjuknya sebagai promotor kompetisi sepakbola <strong>Liga Indonesia</strong>,<strong> </strong>pada 1994 Jeannette membentuk anak perusahaan <strong>Cipta Citra Sports</strong>. Sejak itu waktunya lebih banyak tersita mengurusi sepakbola. Padahal ketika itu ia dan beberapa stafnya sedang menjadi konsultan pengembangan suplemen <strong>Media Indonesia</strong>, yang mengharuskannya memimpin rapat proyeksi isi dan evaluasi hampir setiap hari.</p>
<p>Bisnis <strong>Satucitra</strong> akhirnya lebih banyak diurus Managing Director <strong>Djoko Kadarusman</strong>, mantan Account Director <strong>Indo-Ad (Ogilvy)</strong>, dan tiga ekspatriat senior.</p>
<p>Krisis moneter yang dengan cepat berkembang menjadi krisis perekonomian menjelang akhir 1997 memaksa Jeannette kembali ke kandang. Kurs dolar yang semula Rp 2.300,- terus melemah hingga Rp 17.000,- pada Juli 2008. Pertumbuhan ekonomi nasional tahun itu minus 8%.</p>
<p>Celakanya, hampir semua orang berpikiran ketika krisis datang hal pertama yang harus disetop adalah kegiatan periklanan. Seperti biro iklan lain, dengan cepat <strong>Satucitra</strong> kehilangan banyak pekerjaan. Dan seperti banyak perusahaan lain pula, pada 1998<strong> </strong> <strong>Satucitra</strong> terpaksa mem-PHK enam tenaga kreatif, menghapus uang transpor/makan, dan memotong gaji 15%. Semua ekspatriat diputus kontraknya.</p>
<p>Menjelang akhir 1998 Jeannete mengumumkan rencana merger <strong>Satucitra</strong> dengan biro iklan <strong>Kawan &amp; Associates</strong>. Setelah pengumuman itu Managing Director <strong>Djoko Kadarusman</strong> dan Client Services Director <strong>Shah Merdeka Effendi </strong>mengundurkan diri. <strong>Satucitra</strong> dipimpin <strong>Robert T. Tang</strong> dan <strong>Irawan Santosa </strong>dari <strong>Kawan &amp; Associates</strong>.</p>
<p>Tapi perbedaan kultur menimbulkan friksi yang tidak bisa dijembatani. Robert, Irawan, dan lima karyawan <strong>Kawan &amp; Associates</strong> mundur. Mulai akhir 1999, <strong>Ricky Pesik</strong>, <strong>Inggil S. Goendono</strong>, <strong>Totot Indrarto</strong>, <strong>Enin Supriyanto </strong>(kini kurator senirupa), dan <strong>Almarhum Aan Sugianto</strong> mengambil alih kemudi <strong>Satucitra</strong>.</p>
<p>Setelah berhasil melewati krisis, gaji karyawan yang dipotong dinaikkan lagi sesuai standar saat itu dan semua potongan gaji sejak 1998 dikembalikan penuh. Bersamaan dengan itu Jeannette secara resmi mengundurkan diri dari seluruh kegiatan <strong>Satucitra</strong>.</p>
<p>Sejak itu persepsi umum di kalangan industri periklanan bahwa “Satucitra adalah Jeannette, dan Jeannette adalah Satucitra” pelan-pelan terkikis. Apalagi ia sangat jarang lagi datang. Kalaupun bertandang cuma sebentar, dan lebih sering sekadar buat kangen-kangean dengan beberapa karyawan lama.</p>
<p>Saking jarangnya muncul, bagi sebagian besar karyawan <strong>Satucitra</strong> saat ini, Jeannette sama “menyeramkan”-nya dengan <strong>Bukek Siansu </strong>dalam cerita silat <strong>Kho Ping Hoo</strong>. Tokoh yang mitos soal kesaktiannya dipercaya oleh dunia <em>kangouw</em> sebagai “manusia setengah dewa.”</p>
<div id="attachment_1885" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-1885" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/jes.jpg" alt="" width="600" height="391" /><p class="wp-caption-text">Jeannette Sudjunadi menghadiri selamatan internal</p></div>
<div class="photocredit" style="text-align: right;">Foto @ satucitra</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/alhamdulillah-26-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan email Satucitra</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/perubahan-email-satucitra/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/perubahan-email-satucitra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 09:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memo]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=1374</guid>
		<description><![CDATA[Mulai Kamis, 10 Februari 2011, semua alamat email Satucitra dengan domain satucitra.com tidak aktif lagi. Kelak domain itu<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/perubahan-email-satucitra/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1379" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/email.png" alt="" width="80" height="79" />Mulai Kamis, 10 Februari 2011, semua alamat email <strong>Satucitra</strong> dengan domain <span style="text-decoration: underline;"><strong>satucitra.com</strong></span> tidak aktif lagi. Kelak domain itu akan digunakan buat email lain &#8212; dengan nama-pemakai baru &#8212; untuk keperluan yang berbeda.<span id="more-1374"></span></p>
<p>Jadi sejak saat itu pengirim email ke alamat tersebut akan menerima pesan <em>&#8220;Delivery to the recipient failed permanently&#8221;</em> dan sejenisnya. Oleh karenanya, mohon agar korespondensi elektronik pekerjaan dengan seluruh staf <strong>Satucitra</strong> dialihkan sepenuhnya menggunakan alamat email berdomain <span style="text-decoration: underline;"><strong>satucitra.co.id</strong></span>.</p>
<p>Anda yang belum memiliki email tersebut tinggal mengganti nama domainnya saja &#8212; dari <strong>satucitra.com</strong> menjadi <strong>satucitra.co.id</strong> &#8212; karena nama-pemakainya sama. Misalnya, <strong>soeharto@satucitra.com </strong>menjadi <strong>soeharto@satucitra.co.id</strong>.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/perubahan-email-satucitra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shynta mulai aktif lagi</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/shynta-mulai-aktif-lagi/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/shynta-mulai-aktif-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 02:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[shynta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Setelah absen tiga bulan untuk melahirkan dan merawat anak pertamanya, Shynta L. Ferdiaz (Account Director) mulai hari ini aktif<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/shynta-mulai-aktif-lagi/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah absen tiga bulan untuk melahirkan dan merawat anak pertamanya, <strong>Shynta L. Ferdiaz </strong>(Account Director) mulai hari ini aktif bekerja lagi.</p>
<p><span id="more-899"></span></p>
<p>Sambil terus menyusui Ranya, dan tentu tetap mengurusi Pak David Ferdiaz, ia akan kembali memegang komando manajemen komunikasi untuk antara lain <a href="http://www.danamon.co.id/" target="_blank">Danamon</a>, <a href="http://www.mandom.co.id/product.php?lang=&amp;topcat=1000070&amp;subTopID=1000270" target="_blank">Pucelle</a>, dan <a href="http://www.dktindonesia.org/" target="_blank">DKT</a>.</p>
<p>Selamat datang kembali, ibu cantik!</p>
<p><img class="size-full wp-image-1445 alignnone" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/slf1day.jpg" alt="" width="600" height="267" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/shynta-mulai-aktif-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa blog?</title>
		<link>http://satucitra.co.id/2011/02/selamat-datang-di-blog-satucitra/</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/2011/02/selamat-datang-di-blog-satucitra/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2011 18:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memo]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Ya, mengapa bukan situs korporasi, dengan isi mirip buku profil perusahaan, lengkap dengan foto-foto studio, dan menggunakan berbagai<a href="http://satucitra.co.id/2011/02/selamat-datang-di-blog-satucitra/" class="read-more">Selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, mengapa bukan situs korporasi, dengan isi mirip buku profil perusahaan, lengkap dengan foto-foto studio, dan menggunakan berbagai efek mutimedia untuk memperlihatkan kecanggihan?</p>
<p>Betul, blog ini juga dibuat dengan teknologi web mutakhir (HTML5, CSS3, dan jQuery) &#8212; sekadar supaya tidak cepat ketinggalan zaman. Namun, esensinya tetaplah blog tradisional: senantiasa diperbarui entrinya, disusun secara kronologis, serta dimarka dengan kategori dan label untuk memudahkan pencarian.<span id="more-486"></span></p>
<p>Informasi standar mengenai <strong>Satucitra</strong> bisa mudah ditemukan pada menu di bagian atas. Toh setiap orang hanya tertarik membacanya sekali. Setelah itu, apa lagi alasan Anda berkunjung kembali ke situs sebuah perusahaan?</p>
<p>Jika kita sungguh-sungguh percaya internet, dan belakangan media sosial, telah mengubah organisasi, jaringan, dan relasi sosial para penggunanya, berarti kita setuju otoritas, termasuk semua perilaku otoritatif, setidaknya di internet, adalah masa lalu.</p>
<p>Blog boleh dibilang presensi online yang lebih cocok dengan zaman baru ini. Santai, akrab, terbuka, aktual, dan interaktif. Lalu lintas informasi, percakapan, dan pertautan dalam blog berlangsung segera dan dinamis. Kelebihan blog dibanding media sosial lain: interaksi lebih fokus, mudah disimak, terdokumentasi baik, dan terlacak mesin pencari.</p>
<p>Jadi, mengapa tidak blog?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1324" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/01/blog.jpg" alt="" width="620" height="436" /></p>
<div class="photocredit" style="text-align: right;"><span style="color: #999999;"><span style="color: #000000;">Ilustrasi © </span><a href="http://www.coxandforkum.com/" target="_blank">Cox &amp; Forkum Editorial Cartoons</a></span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/2011/02/selamat-datang-di-blog-satucitra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Pariwara Indonesia</title>
		<link>http://satucitra.co.id/unduh/Etika-Pariwara-Indonesia.pdf</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/unduh/Etika-Pariwara-Indonesia.pdf#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 05:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unduh]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignnone size-full wp-image-2156" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/etika.jpg" alt="" width="310" height="206" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img class="alignnone size-full wp-image-2156" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/02/etika.jpg" alt="" width="310" height="206" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/unduh/Etika-Pariwara-Indonesia.pdf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari libur nasional dan cuti bersama 2011</title>
		<link>http://satucitra.co.id/unduh/skb-libur-dan-cuti-bersama-2011.pdf</link>
		<comments>http://satucitra.co.id/unduh/skb-libur-dan-cuti-bersama-2011.pdf#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Jan 2011 16:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satucitra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unduh]]></category>
		<category><![CDATA[skb menteri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://satucitra.co.id/?p=2056</guid>
		<description><![CDATA[<img class="alignnone size-full wp-image-2062" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/01/liburan.jpg" alt="" width="310" height="243" />
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img class="alignnone size-full wp-image-2062" src="http://satucitra.co.id/wp-content/uploads/2011/01/liburan.jpg" alt="" width="310" height="243" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://satucitra.co.id/unduh/skb-libur-dan-cuti-bersama-2011.pdf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

