Ismet Mengundurkan Diri

Perjalanan Satucitra di tahun 2014 ditutup dengan kepergian Ismet (Creative Director). Pamit pada bulan Agustus, akhirnya Ismet benar-benar sudah tidak bersama Satucitra lagi per November tahun lalu.

Selama 5 tahun lebih memegang komando departemen kreatif, Ismet banyak memberi warna dalam perjalanan Satucitra. Ismet bagi kami bukanlah sekedar teman kerja tapi juga seorang sahabat.

Doa dan harapan terbaik untuk sahabat terbaik. Ismet, semoga berhasil dengan perjalanan barunya.

Pindah Sementara Dari Pejompongan Ke Pejaten

Per senin, 17 Maret 2014 kami pindah sementara dalam rangka mewujudkan mimpi lama kami, merenovasi kantor Satucitra. Supaya memudahkan renovasi dan tidak menganggu proses kerja Satucitra kami memilih pindah sementara ke Pejaten. Menurut perkiraan arsitek yang kami sewa membutuhkan waktu 5 bulan untuk kembali ke Pejompongan.

Bila teman-teman sedang melintas di areal Pejaten – Kemang, mampirlah ke kantor sementara kami, Pejaten Barat II no 20. Selalu ada secangkir kopi nikmat untuk disesap.

(Terus) Memahami Indonesia

Setiap strategi komunikasi yang tepat dan kuat adalah strategi yang dibangun atas dasar pemahaman yang kuat tentang sasaran komunikasinya. Itu berarti pemahaman yang kuat tentang Indonesia. Indonesia yang kompleks dan plural. Indonesia yang beragam. Setiap tujuan dan strategi komunikasi yang baik, tidak akan lepas dari kemampuan mendalami lebih jauh tentang konsumen kita, masyarakat Indonesia.

KAMI INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI

Dalam industri periklanan nasional, mungkin tidak banyak orang menyadari bahwa Satucitra adalah perusahaan periklanan nasional yang telah menjalani model manajemen profesional lebih dari 15 tahun lamanya. Lebih dari separuh usia perusahaan sendiri.

Semua dimulai ketika Jeannette Sudjunadi sebagai pemilik Satucitra, menyerahkan sepenuhnya pengelolaan perusahaan kepada profesional pada tahun 1996. Satucitra pun kemudian memulai era baru, menjadi organisasi perusahaan periklanan yang sepenuhnya dikelola oleh manajemen profesional. Sesuatu yang sangat jarang ditemui pada perusahaan periklanan nasional yang ada, hingga hari ini.

Sebagai perusahaan berbasis manajemen profesional, di luar sasaran pertumbuhan bisnis dan peningkatan pelayanan kepada klien, Satucitra harus menyiapkan regenerasi manajemen. Sebuah keniscayaan yang harus dihadapi untuk membangun organisasi bisnis yang bermasa depan panjang. Apalagi, Satucitra telah berhasil melalui tiga generasi manajemen profesional. Ricky Pesik, yang saat ini menjadi Managing Director Satucitra, adalah profesional generasi ketiga yang menjalankan roda perusahaan.

Salah satu seri lukisan karya Agus Suwage berjudul “Aku Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi” yang terpajang di kantor Satucitra seperti mencerminkan mimpi perusahaan untuk memiliki daya hidup sepanjang itu. Sebagai perusahaan periklanan yang mengandalkan aset utama dari kompetensi sumber daya manusia, proses utama di dalam organisasi, tentu, menemukan dan membentuk sumber daya andalan untuk terus menjalankan mimpi perusahaan.

Satucitra kini telah menunjuk Shynta L. Ferdiaz sebagai Deputy Managing Director. M. Ismail Fahmi (Ismet) sebagai Creative Director. Frans Batara Gurning sebagai Head of Media. Rangga Sastrowardoyo sebagai Associate Creative Director. Pada ulang tahun Satucitra ke 26, Jeannette Sudjunadi sebagai pendiri perusahaan telah menegaskan, di tangan sosok-sosok muda inilah masa depan Satucitra akan terus digulirkan. Seperti lukisan yang kami miliki di kantor.