Tentang Klien (Baru) Kami Tercinta.

Verile Acne Gel. Ya, Verile, brand yang lama dikenal sebagai obat jerawat yang ampuh di pasar. Tapi, beberapa tahun ini, kompetitor beraktivitas dengan gila-gilaan, dengan pengeluran biaya pemasangan yang juga gila-gilaan, dengan pesan yang persis sama: keampuhan produk.

Apalagi, Verile sekarang memiliki produk lain: Verile Foaming Facial Wash.

Hal ini membuat Verile harus memikirkan kembali strategi komunikasinya agar lebih efisien dalam menjangkau targetnya.

Saat itu Verile mengundang kami untuk ikut dalam pitching.

Tentu yang pertama kali kami lakukan adalah berusaha memahami dan memetakan masalah Verile di target marketnya.

Kami sempat mengadakan survey di 12 daerah selama satu minggu untuk mendapatkan fakta yang terjadi di lapangan. Dengan komposisi responden 74% perempuan dan 26% laki-laki.

Temuan kami di lapangan sungguh mengejutkan.

Dengan senjata dari hasil survey kecil tersebut, kami menciptakan strategi komunikasi dan karya kreatif yang kami anggap paling pas untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh Verile Acne Gel dan Verile Foaming Facial Wash.

Dan klien setuju dengan jawaban yang kami bawa dalam presentasi pitching yang dilaksanakan, sehingga kami ditunjuk menjadi pemenang pitching Verile.

Ingin tahu lebih lanjut tentang temuan kami di lapangan? Ingin tahu tentang cara kami memahami Indonesia? Atau ingin kami membantu menemukan solusi dari masalah komunikasi yang sedang Anda hadapi?

Kirimkan email ke shynta@satucitra.co.id dan kami dengan senang hati akan berdiskusi dengan Anda.

KAMI INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI

Dalam industri periklanan nasional, mungkin tidak banyak orang menyadari bahwa Satucitra adalah perusahaan periklanan nasional yang telah menjalani model manajemen profesional lebih dari 15 tahun lamanya. Lebih dari separuh usia perusahaan sendiri.

Semua dimulai ketika Jeannette Sudjunadi sebagai pemilik Satucitra, menyerahkan sepenuhnya pengelolaan perusahaan kepada profesional pada tahun 1996. Satucitra pun kemudian memulai era baru, menjadi organisasi perusahaan periklanan yang sepenuhnya dikelola oleh manajemen profesional. Sesuatu yang sangat jarang ditemui pada perusahaan periklanan nasional yang ada, hingga hari ini.

Sebagai perusahaan berbasis manajemen profesional, di luar sasaran pertumbuhan bisnis dan peningkatan pelayanan kepada klien, Satucitra harus menyiapkan regenerasi manajemen. Sebuah keniscayaan yang harus dihadapi untuk membangun organisasi bisnis yang bermasa depan panjang. Apalagi, Satucitra telah berhasil melalui tiga generasi manajemen profesional. Ricky Pesik, yang saat ini menjadi Managing Director Satucitra, adalah profesional generasi ketiga yang menjalankan roda perusahaan.

Salah satu seri lukisan karya Agus Suwage berjudul “Aku Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi” yang terpajang di kantor Satucitra seperti mencerminkan mimpi perusahaan untuk memiliki daya hidup sepanjang itu. Sebagai perusahaan periklanan yang mengandalkan aset utama dari kompetensi sumber daya manusia, proses utama di dalam organisasi, tentu, menemukan dan membentuk sumber daya andalan untuk terus menjalankan mimpi perusahaan.

Satucitra kini telah menunjuk Shynta L. Ferdiaz sebagai Deputy Managing Director. M. Ismail Fahmi (Ismet) sebagai Creative Director. Frans Batara Gurning sebagai Head of Media. Rangga Sastrowardoyo sebagai Associate Creative Director. Pada ulang tahun Satucitra ke 26, Jeannette Sudjunadi sebagai pendiri perusahaan telah menegaskan, di tangan sosok-sosok muda inilah masa depan Satucitra akan terus digulirkan. Seperti lukisan yang kami miliki di kantor.

Shynta mulai aktif lagi

Setelah absen tiga bulan untuk melahirkan dan merawat anak pertamanya, Shynta L. Ferdiaz (Account Director) mulai hari ini aktif bekerja lagi.

Selengkapnya →